Dalam keadaan krisis seperti saat ini, kita butuh orang kaliber
seperti bapak Jusuf Kalla. Berfikir cepat, strategis dan bertindak cepat dan
tepat sasaran. Hasil konkret.
Dia punya manajemen krisis yang luar biasa. Teruji. Dari masalah
Poso, tsunami Aceh hingga krisis keamanan di Aceh.
Lalu, lahirlah jargon "lebe cepa lebe bae." Dia selalu
bertindak cepat melampaui kecepatan risiko suatu masalah atau krisis.
Dalam tsunami Aceh, JK ditunjuk langsung presiden SBY sebagai
komendan lapangan. Dia percepat anggarannya, melibatkan civil society,
penanggulangan kebutuhan darurat, relokasi, dapur umum dan rehabilitasi
infrastruktur dasar.
Dalam tempo tiga bulan, Aceh rehabilitated. perlahan-lahan pulih dengan tingkat risiko yang sangat minimal pasca tragedi. Demikianpun perdamaian GAM-Indonesia di Helsinki. Juga rekonsoliasi Poso.
Dalam perdamaian Helsinki misal, JK tidur sembari memeluk kabel
telpon. Setiap menit dia telpon utusan negosiator. Akhirnya GAM mau duduk satu
meja dengan RI. Terjadilah konsensus perdamaian.
Dia tidak banyak cincong. Dia bukan tukang omong (talker), atau
semacam tukang konferensi pers. Dia lebih sebagai prototype government services
atau sebagai doer.
Orang di sekitarnya juga lebih banyak pekerja cepat. Bukan
politician talker seperti Ngabalin, Fazlurrahman, Mahfud MD dan stafsuspres
semacam di sekitar Jokowi. Mereka ini orang Inggris bilang very noise. Pembual
yang gaduh !
Bagaimana tidak dongkok, saat negara tropis seperti Malaysia,
Fililipina, Singapura pasang kuda-kuda hadapi Covid-19, Ngabalin bilang itu
Virus cocoknya di subtropis. Emang Singapura negara apa bong?
Lalu Mahwud MD tari ubur-ubur di tik tok hadapi Corona. Menkes
bilang "ntar sembuh sendiri." Menkoekuin bilang "Virus susah ke
Indonesia, birokrasinya rumit." Mau bagaimana? Wong Wapresnya bilang
"cukup minum susu Kuda Liar."
Mereka jadi stafsus presiden hanya untuk kasi montok pipi. Lihat
Fazlurahman sekarang, pipinya tambah tembem. Bicaranya datar, gimmick dan
berwibawa. Padahak palsu dan asu.
Dengan jam terbang yang tinggi dan sense of crisis yang tajam,
maka kerja-kerja JK itu selalu menyasar ke pokok soal dengan hasil yang
konkret. Bukan kaleng-kaleng.
Bukan seperti sekarang ini, Corona sudah di depan congor dan
lubang hidung, decision maker kita masih urus cuci tangan dan iklan merek jamu.
Gila lu Ndro !!! Ini bukan negara kaleng-kaleng menghadapi pandemi. Astaga !!!
Aku berlindung diri pada-Mu ya Allah dari bahaya malam yang
gelap gulita
Senin, 23/2020
by Munir
@Bogor
@Bogor
Comments
Post a Comment